Tampilkan postingan dengan label recharge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label recharge. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2008

TIPS dari Mario Teguh

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani danbila anda sedang takut, jangan terlalu takut.Karena keseimbangan sikap adalah penentuketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kitaadalah untuk mencoba, karena didalam mencobaitulah kita menemukan dan belajar membangunkesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang andasukai. Dan seringkali anda menghindari orangyang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialahAnda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadipemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terusbelajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangipencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapakesenangan adalah cara gembira menujukegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena andatakut kehilangan yang telah dimiliki, karenadengannya anda merendahkan nilai yang bisaanda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bilaanda berkeras untuk mempertahankan cara-caralama anda. Anda akan disebut baru, hanya bilacara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikapanda tepat, dan tidak ada yang bisa menolongbila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi padakesempatan adalah orang muda yang tidakpernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasipada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karenakeberanian adalah melakukan sesuatu yangditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akanpunya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkanstress adalah kemampuan memilih pikiran yangtepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yanganda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahuimengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikantuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukanyang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-carakerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlakuseperti orang yang terus memeras jerami untukmendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuaidengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaananda sekarang. Anda akan tampil secemerlangyang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang beranidaripada orang kaya yang penakut. Karenasebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masadepan yang akan mereka capai

Senin, 27 Oktober 2008

Roda_waktu

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?
Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu diperhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka zkini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

***
Sobat, begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil, yang sebetulnya menyenangkan, namun kita lewatkan karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik, dan lupa, bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Sobat, coba, susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan alpa kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!

Impian Sejati

Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang bijaksana. Si anak muda bertanya, "Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya".

"Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?" tanya si orang tua. "Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di dunia ini". Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.

"Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh saya" tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut. Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak, malah balik bertanya ,"Apa yang paling kau inginkan saat kamu berada di dalam air tadi ?". "Udara, yang paling saya inginkan adalah udara". Jawab si anak muda.

"Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan, atau umur panjang ?"tanya si orang tua itu lagi.

"Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya, tidak ada yang bisa menggantikan udara ketika saya berada di dalam air" jelas si anak muda.

"Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu. KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI" kata si orang tua dengan bijak.